Motivasi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas kerja tim

Apakah tim Anda sering terlihat lesu dan kurang bersemangat saat bekerja? Personil tim yang tidak semangat saat bekerja dapat berdampak pada produktivitas tim secara keseluruhan. Akibatnya adalah tim tidak bekerja secara optimal sehingga kualitas pekerjaan menjadi menurun.

Sebagai manajer proyek, salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan produktivitas kerja tim adalah dengan memberikan motivasi. Personil tim proyek yang memiliki motivasi akan mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi tim Anda. Mereka akan fokus pada goal proyek sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan secara lebih efisien. Oleh karena itu, Anda perlu memahami bagaimana cara memberikan motivasi dengan tepat agar produktivitas tim Anda meningkat.

Bagaimana Cara Memberikan Motivasi untuk Meningkatkan Produktivitas Tim?

Memberikan motivasi pada tim tidak hanya sebatas mengucapkan kata semangat pada anggota personil proyek. Anda perlu menyusun strategi agar motivasi yang Anda berikan dapat berdampak positif pada kinerja personil. Strategi ini dapat disusun berdasarkan teori-teori psikologi yang secara khusus membahas kaitan antara motivasi dan produktivitas.

cara memberikan motivasi di tempat kerja

Motivasi dan produktivitas sudah menjadi topik banyak penelitian psikologi. Setiap teori menggunakan perspektif berbeda-beda, yang dapat disesuaikan dengan kondisi pada tempat kerja Anda. Lalu apa saja cara yang dapat Anda terapkan untuk memberikan motivasi pada personil tim Anda?

Expectancy Theory

Victor H. Vroom (1964) lewat expectancy theory menyatakan bahwa personil tim Anda akan termotivasi untuk memilih sikap tertentu berdasarkan reward yang paling besar. Artinya, motivasi ini ditentukan oleh sikap mana yang mendapatkan penghargaan lebih oleh lingkungannya. Penghargaan yang lebih pada sikap tertentu akan menentukan bahwa sikap tersebut yang diharapkan muncul dari individu tersebut.

Berdasarkan teori Vroom, Anda dapat memberikan motivasi dengan cara menghargai lebih usaha personil tim Anda apabila sesuai dengan outcome yang Anda harapkan. Sebagai manajer proyek, Anda dapat mengatur berbagai tingkatan reward sesuai dengan kinerja yang mereka berikan. Anda dapat membuat key performance indicator (KPI) dengan target-target terukur yang menjadi acuan jenis dan besaran reward yang bisa Anda berikan pada personil tim proyek.

Hawthorne Effect

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Henry A. Landsberger pada tahun 1958. Kata Hawthorne berasal dari studi kasus yang menjadi objek penelitian Landsberger. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pekerja akan merasa termotivasi apabila mereka merasa diperhatikan. Bentuk modifikasi pada lingkungan seperti intensitas cahaya dan perubahan layout ruangan ternyata tidak sepenting dari karyawan yang merasa diperhatikan oleh tempat kerjanya.

Lewat penelitian ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebagai manajer proyek kita perlu membuat personil kita merasa diperhatikan. Dengan merasa diperhatikan, mereka akan merasa bahwa keberadaan mereka bermakna dan dihargai pada proyek. Anda dapat mengubah suasana lingkungan kerja, mendatangkan fasilitas baru, atau memberikan hadiah agar personil Anda merasa bahwa mereka mendapatkan perhatian Anda.

Two-factor Theory

Frederick Herzberg memperkenalkan teori ini pada tahun 1968. Walaupun usia teori ini sudah lebih dari setengah abad, teori ini masih banyak diaplikasikan di banyak perusahaan. Berdasarkan teori two-factor, ada dua aspek yang mempengaruhi motivasi orang dalam bekerja: motivator (internal) dan hygiene (eksternal).

Menurut Herzberg, motivator adalah aspek internal yang berasal dari pekerjaan itu sendiri. Tantangan pekerjaan serta penghargaan yang didapat dari hasil pekerjaan adalah contoh motivator. Sedangkan hygiene adalah faktor berasal dari eksternal pekerjaan seperti prosedur, aturan kerja, dan lingkungan pergaulan di tempat kerja. Kedua-duanya saling mempengaruhi dalam membentuk lingkungan kerja yang kondusif.

Lingkungan kerja yang ideal memiliki nilai motivator tinggi dan hygiene yang tinggi. Artinya, pada lingkungan kerja ini personil memiliki motivasi yang tinggi dan sedikit komplen terhadap suasana kerja mereka. Anda dapat memberikan reward yang pantas (meningkatkan motivator) dan membuat jam kerja yang sesuai agar personil tidak merasa kelelahan (hygiene).

cara memberikan motivasi bagi personil proyek

Walaupun lingkungan kerja memang tidak selalu menyenangkan, namun sebagai manajer proyek Anda dapat membuat lingkungan kerja kondusif untuk memacu produktivitas personil Anda. Dengan motivasi, tantangan kerja yang dihadapi oleh personil akan diselesaikan secara baik karena mereka memiliki dorongan yang memacu semangat mereka. Lewat teori yang disajikan pada artikel ini, Anda bisa menyusun strategi yang tepat agar personil tim proyek tetap terus merasa temotivasi.