Meningkatkan keahlian berpikir logis

Apabila dihadapi dengan tantangan dan masalah, maka sebagai seorang manajer proyek Anda dituntut untuk bisa berpikir logis. Keputusan yang Anda ambil harus rasional dengan memikirkan berbagai pertimbangan. Namun, apa yang terjadi apabila kita reaktif terhadap masalah dan mengesampingkan logika berfikir? Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keahlian berfikir logis?

Masalah pasti selalu hadir saat kita sedang mengeksekusi proyek. Bahkan sebagus apapun rencana yang kita buat, masalah akan hadir yang dapat menghambat proyek apabila tidak diatasi. Kejadian-kejadian tidak terduga dapat menjadi kendala karena tidak kita perhitungkan sebelumnya.

Walaupun masalah hadir, keahlian kita dalam mengambil keputusan dapat memecahkan masalah tersebut. Berpikir logis adalah salah satu sarana dalam melakukan problem solving agar kita dapat menuntaskan masalah secara tepat.

Setiap orang memiliki kemampuan berpikir logis yang berbeda-beda. Bagaimanakah caranya untuk meningkatkan keahlian berpikir logis?

Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis

Sama seperti halnya otot, otak juga perlu dilatih agar tetap sehat dan prima. Berpikir logis adalah salah satu aspek otak yang bisa dilatih. Dengan latihan yang tepat, kita bisa mengasah logika berpikir agar dapat memahami masalah secara runut dan memberikan solusi yang tepat sasaran. Berikut adalah latihan-latihan yang dapat Anda terapkan:

Menerapkan Pola Berpikir yang Sistematis

Agar dapat berpikir logis, pertama-tama kita harus mampu berpikir secara sistematis. Dengan menerapkan pola pikir yang sistematis, kita dapat melihat secara lebih terstruktur. Setidaknya ada dua tahapan yang perlu diperhatikan:

  1. Analisa, yaitu kemampuan dalam “membongkar” masalah. Pada tahap ini, kita membangun kepekaan terhadap lingkungan. Kita jeli melihat hal-hal yang menjadi masalah atau kendala, sehingga kita mampu mencari penyebab dan solusinya.
  2. Sintesa, yaitu kemampuan dalam “membangun” solusi. Apabila kita telah mengetahui masalah, maka berikutnya adalah memberikan solusi. Selain jeli melihat permasalahan di lingkungan sekitar, kita perlu melatih diri untuk memikirkan berbagai solusi yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah.

Tentukan Prioritas

Agar dapat berpikir secara logis, maka kita harus mampu menentukan prioritas. Tidak semua masalah harus kita pecahkan. Ada banyak masalah, sehingga kita perlu menentukan masalah yang paling untuk dipecahkan.

Apabila kita mampu menentukan prioritas, maka kita dapat fokus pada masalah tersebut. Sehingga kita akan mampu berpikir secara lebih terstruktur. Pikiran kita akan lebih terorganisir karena kita hanya fokus pada masalah tertentu. Kita tidak akan terjebak pada isu-isu sepele yang sebenarnya bukan menjadi permasalahan utama.

Hindari sikap reaktif

Orang tidak akan dapat berpikir secara logis apabila ia bersikap reaktif terhadap suatu masalah. Hal ini terjadi karena kita tidak memberikan kesempatan pada otak untuk melakukan analisa pada masalah. Sehingga kita memberikan solusi secara instan tanpa pertimbangan yang matang.

Memang kita dituntut untuk dapat memberikan keputusan secara cepat. Namun, langkah yang lebih tepat adalah memberikan jeda waktu bagi otak untuk berfikir setelah kita mendapatkan masalah. Kita harus menghindari reaksi emosional agar otak dapat berpikir dengan jernih. Diam sejenak saja setelah mendapatkan kabar tentang masalah proyek akan membantu Anda untuk mengurai dan menganalisa masalah yang dihadapi.

Langkah-langkah sederhana tersebut dapat kita mulai terapkan agar kita dapat berpikir lebih logis. Dengan mulai membangun pola pikir yang lebih terstruktur serta mampu menentukan prioritas, maka kemampuan berpikir logis akan ikut meningkat pula. Selain masalah intelektual, kita juga perlu menjaga emosional agar tidak reaktif ketika menghadapi masalah. Kemampuan logis dibangunan dengan melihat masalah secara bertahap, bukan dengan solusi instan.