9 Skill Penting yang Perlu Dimiliki oleh Manajer Proyek

Manajemen proyek tidak hanya berkutat pada pengelolaan waktu dan dana saja. Pengelolaan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari manajemen proyek. Anggota tim yang merasa nyaman dan mau mendengarkan instruksi Anda akan membuat proyek berjalan lancar dan selesai tepat jadwal. Kesuksesan proyek tergantung dari kemampuan manajer proyek dalam mengatasi berbagai masalah dengan solusi yang tepat.

Di sini kita melihat bahwa keahlian menghitung budget dan mengatur penjadwalan bukan menjadi satu-satunya kemampuan yang perlu dimiliki oleh manajer proyek. Dalam bukunya yang berjudul Project Management: Engineering, Technology, and Implementation oleh Shtub (1994), setidaknya terdapat 9 skill yang perlu dimiliki oleh manajer proyek:

  1. Leadership
  2. Problem solving skill
  3. Budgeting and Cost Skill
  4. Time Management Skill
  5. Technical Skill
  6. Resource Management and Human Relationship Skill
  7. Communication Skill
  8. Negotiating Skill

Leadership

Leadership adalah keahlian untuk memimpin dalam tim. Kemampuan memimpin yang dimiliki oleh manajer proyek dapat mempengaruhi sikap anggota tim dalam bertindak dan bereaksi saat bekerja. Bagaimanakah leadership yang bagus? Seorang manajer proyek yang memiliki leadership yang bagus dapat mengerti prioritas dalam proyek, dapat mengatur kerjasama antaranggota, serta memiliki etika yang baik agar dapat menjadi teladan bagi anggotanya.

Problem solving skill

Agar proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien, maka manajer proyek harus memiliki keahlian memecahkan masalah. Keahlian ini setidaknya menuntut kemampuan berpikir analitis dan kreatif. Dengan daya pikir analitis, seorang manajer proyek dapat mengevaluasi masalah yang dihadapi secara kritis dan mengeksekusi solusi yang tepat sesuai rencana yang dipersiapkan.

Budgeting and Cost Skill

Kemampuan membuat anggaran berperan penting dalam menentukan keberjalanan sebuah proyek. Ketika membuat anggaran, seorang manajer proyek perlu menganalisis biaya dan kelayakan investasi sehingga keuangan proyek dapat berjalan secara optimal. Keahlian ini tentu perlu dibarengi dengan wawasan dan pengetahuan mengenai berbagai komponen biaya dalam proyek. Apabila perhitungannya meleset, keberjalanan proyek dapat terhambat bahkan proyek terhenti sebelum mencapai tujuan.

Time Management Skill

Proyek yang telat dapat berujung pada borosnya penggunaan sumber daya proyek. Kita butuh membayar sewa tambahan untuk alat-alat proyek, membayar gaji tambahan pekerja, dan kerugian material lainnya. Waktu adalah komponen penting yang menentukan bagaimana sumber daya dimanfaatkan secara optimal dalam sebuah proyek. Dengan keahlian manajemen waktu yang baik, manajer proyek dapat memastikan setiap tahapan proyek dikerjakan dalam slot waktu yang disediakan sehingga proyek dapat selesai tepat waktu.

Technical Skill

Apabila seorang manajer proyek tidak paham dengan bidang yang ia kerjakan, tentu saja proyek tidak dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Masalah-masalah yang dihadapi akan terlambat diselesaikan bahkan penanganan yang dilakukan bisa menjadi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, aspek teknis mengenai bidang proyek yang ia kerjakan maupun pengetahuan manajemen proyek itu sendiri perlu dipahami secara baik. Termasuk penggunaan perangkat-perangkat manajemen proyek agar penjadwalan proyek dapat dilakukan secara lebih mudah dan mengurangi resiko miskalkulasi pada proyek. Salah satunya adalah mengikuti kelas pelatihan manajemen proyek konstruksi di www.kelaskonstruksi.com

Resource Management and Human Relationship Skill

Baiknya interaksi antaranggota proyek tentu sama pentingnya dengan manajemen waktu proyek. Interaksi anggota tim yang baik akan membuat suasana kerja menjadi kondusif. Pekerja yang nyaman dalam lingkungan sosialnya dapat bekerja lebih produktif. Apabila terdapat masalah pribadi, manajer proyek dapat menjadi penengah agar suasana kerja yang kondusif dapat diwujudkan.

Communication Skill

Miskomunikasi dapat menyebabkan proyek berjalan tidak semestinya. Oleh karena itu, keahlian komunikasi diperlukan agar manajer proyek dapat menyampaikan instruksi secara jelas. Hindari penggunaan bahasa yang ambigu agar tidak ada misinterpretasi yang menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat.

Negotiation Skill

Setiap stakeholder pasti memiliki kepentingan yang berbeda-beda dalam proyek. Apabila terdapat selisih pendapat, maka manajer proyek perlu melakukan bargaining agar tercapai kesepakatan. Di sinilah diperlukan kemampuan negosiasi. Manajer proyek perlu mempersiapkan strategi agar mendapatkan dukungan yang diharapkan. Sikap loyal terhadap atasan juga perlu ditunjukkan agar bisa mendapat kepercayaan.

Customer Relationship Skill

Mengerti apa yang dibutuhkan oleh customer Anda, baik itu klien maupun calon pengguna bangunan maupun infrastruktur yang Anda bangun merupakan skill lain yang perlu dimiliki oleh manajer proyek. Oleh karena itu, manajer proyek perlu banyak mendengar. Setiap masukan dapat menjadi kontribusi yang berarti walaupun tidak semuanya dapat Anda akomodasi. Kemampuan mengelola hubungan baik dengan setiap pihak dapat membantu mewujudkan solusi yang tepat bagi proyek yang sedang dikerjakan.