5 Langkah Mencegah Keterlambatan Proyek Konstruksi

Keterlambatan adalah masalah yang paling umum dihadapi dalam proyek konstruksi. Proyek yang terlambat dari jadwal dapat merembet pada pembengkakan biaya, membuat penggunaan sumber daya proyek menjadi tidak efisien. Terlebih lagi, keterlambatan proyek dapat menjadi potensi munculnya sengketa. Keuangan perusahaan dapat terganggu karena pembiayaan operasional perusahaan di proyek menjadi lebih mahal. Selain itu, reputasi pihak-pihak yang terlibat juga dapat turun karena dianggap tidak handal dalam mengelola proyek.

Permasalahan keterlambatan proyek memang masalah klasik namun kerap terjadi. Laporan dari McKinsey dan Company menunjukkan bahwa 20% proyek konstruksi mengalami masalah keterlambatan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 80% mengalami overbudget akibat permasalahan ini. Kurangnya koordinasi antarpihak dan miskomunikasi menjadi beberapa penyebab proyek konstruksi mengalami keterlambatan.

Apakah masalah keterlambatan proyek konstruksi tidak bisa dihindari? Tentu saja masalah keterlambatan proyek bisa dihindari! Dengan beberapa langkah berikut, proyek konstruksi dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Digitalisasi Dokumen

Banyak proyek-proyek konstruksi yang masih mengandalkan pencatatan manual. Adopsi budaya kerja digital yang lamban dapat menghambat jalannya proyek. Koordinasi dilakukan secara manual yang tentu saja akan memakan waktu lebih lama. Kesalahan akibat human error juga tidak dapat dihindari apabila kita tidak segera mengadopsi perangkat-perangkat digital.

Segera lakukan digitalisasi pada proyek-proyek Anda. Contohnya dengan menggunakan Microsoft Project, manajer proyek dapat menyelesaikan penjadwalan proyek secara lebih cepat. Koordinasi antaraktivitas proyek juga dapat dilakukan secara lebih mudah karena fitur analisa jadwal yang dimiliki oleh Microsoft Project. Manajer proyek dapat mengetahui aktivitas yang dapat dilakukan secara bersamaan dan mengetahui gambaran keseluruhan proyek secara lebih mudah. Koordinasi antarpihak terkait juga dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga membuat proyek lebih efisien.

Adopsi BIM

BIM atau Building Information Modelling telah menjadi topik hangat dalam perbincangan konstruksi di tanah air. Tidak hanya membantu arsitek dalam merancang bangunan lebih cepat, pelaksanan konstruksi dan manajer proyek juga dapat merasakan manfaat dari BIM. Dengan menggunakan pendekatan BIM sejak proses perancangan, manajer proyek dapat memprediksi resiko-resiko dari dini berkat data yang terintegrasi ke dalam model bangunan. Mitigasi resiko dapat dilakukan lebih awal dan penjadwalan proyek akan lebih akurat.

Kunci dari BIM adalah integrasi data ke dalam model bangunan. Dengan pendekatan BIM, tim perancangan seperti arsitek dan insinyur sipil dapat mendeteksi masalah konstruksi lebih awal. Sebuah model BIM juga dikerjakan secara kolaboratif sehingga versi dokumen ganda dapat dihindari. 

Kolaborasi Lewat Cloud

Masalah yang terkadang dihadapi adalah adanya perbedaan data antara pihak lapangan dan pihak kantor. Pihak kantor mungkin memiliki data terbaru, namun pihak lapangan tidak memegang data tersebut dan masih berpegang pada dokumen yang lama. Akibatnya kesalahan koordinasi dapat terjadi di lapangan dan mengakibatkan beberapa pekerjaan perlu dilakukan ulang. Pengerjaan proyek pun dapat menjadi molor akibat miskoordinasi.

Dengan perangkat yang semakin terhubung di era digital, seharusnya pelaku konstruksi mulai memanfaatkan fitur cloud, yaitu penyimpanan file di internet. Dengan menyimpan data di cloud, file akan diperbaharui secara aktual dan data antara pihak lapangan dan kantor pun menjadi sinkron. Selain itu, Anda tidak perlu lagi memindahkan file lewat USB karena data-data disimpan dalam satu tempat di internet yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja.

Standarisasi

Banyak perusahaan konstruksi yang menganggap remeh pentingnya standarisasi dalam organisasi. Padahal apabila masing-masing divisi memiliki standar yang berbeda-beda, kesalahpahaman akan rentan terjadi. Sebuah dokumen akan diinterpretasikan berbeda apabila tidak ada standar yang jelas.

Mempersiapkan standar memang bukan pekerjaan yang mudah dan singkat. Butuh koordinasi dengan banyak pihak agar setiap pihak memiliki pemahaman yang utuh dan sama. Bahkan pekerjaan ini juga tidak bisa dilakukan sekali jadi. Perlu pembaharuan secara terus menerus untuk memperkecil celah-celah miskomunikasi. Jadikan standarisasi sebagai bagian penting dari organisasi Anda. Standar akan membuat komunikasi lebih efektif dan membuat pekerjaan lebih efisien.

Simplify and Automate

Banyak proyek yang menjadi terhambat hanya karena administrasi yang berbelit-belit. Bahkan di dalam tubuh perusahaan sendiri. Apalagi jika perusahaan masih mengandalkan dokumen cetak untuk koordinasi dan komunikasi internal. Sederhanakan proses koordinasi dan komunikasi dalam perusahaan. Dengan proses administrasi yang lebih sederhana, waktu pengerjaan proyek pun akan lebih efisien.