Cara Mengelola Tim Secara Efektif di Lokasi Terpencil

Salah satu proyek konstruksi yang memiliki tantangan berat adalah proyek di area terpencil. Fasilitas yang biasa didapatkan dengan mudah bisa jadi tidak tersedia di lokasi proyek. Infrastruktur fisik pun mungkin belum tersedia dengan layak. Situasi yang tidak kondusif seperti akses jalan yang sulit hingga sinyal komunikasi yang tidak ada dapat menjadi hambatan dalam menjalankan proyek. Resiko serta tantangan yang dihadapi tentu lebih besar karena faktor lokasi yang terpencil tersebut.

Kontraktor yang handal sekalipun dapat merasa kesulitan untuk mengerjakan proyek di lokasi terpencil. Banyak faktor yang tidak dapat diperhitungkan, membuat proyek menjadi semakin susah untuk diprediksi. Tim yang terlibat harus meraba-raba untuk menyelesaikan tantangan demi tantangan yang sebelumnya tidak pernah muncul apabila mengerjakan proyek di lokasi perkotaan yang memiliki infrastruktur dan fasilitas yang lengkap. Proses trial and error lumrah untuk dilakukan. Tentunya proyek semakin rentan untuk terlambat dari jadwal yang telah ditetapkan.

Proyek di lokasi yang terpencil dapat membawa masalah komunikasi sehingga koordinasi sulit dilakukan. Belum lagi akses terhadap material serta sumber daya manusia atau tenaga pekerja seringkali sulit ditemukan. Hambatan fisik serta gangguan komunikasi membuat proses pengambilan keputusan menjadi lama. Lalu apakah solusi yang dapat kita terapkan untuk mengelola tim secara efektif di lokasi terpencil?

Lakukan Perencanaan Lebih Dini

Sebelum proyek konstruksi dimulai, Anda harus mengetahui kondisi lapangan secara menyeluruh. Inspeksi terhadap fasilitas-fasilitas yang tersedia maupun tidak tersedia harus dilakukan secara mendetail. Hal ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui skenario pengangkutan logistik proyek ke lokasi. Bahkan inspeksi ini dilakukan sebelum proses desain atau perancangan dilakukan. Tim arsitektur dan desain dan terlibat dapat mengetahui tantangan yang akan mereka hadapi sehingga rancangan yang mereka buat siap untuk diterapkan sesuai dengan kebutuhan lokasi proyek.

Pahami bahwa lokasi terpencil bisa saja memiliki iklim yang berbeda. Perencanaan yang lebih dini dapat mengumpulkan data-data lokasi lebih lengkap. Rancangan pun dapat dipersiapkan untuk menghadapi situasi lingkungan yang sama sekali asing atau tidak pernah Anda hadapi sebelumnya.

Menggunakan Konstruksi Modular

Ketersediaan material dapat menjadi permasalah apabila material yang kita butuhkan tidak tersedia di lokasi proyek. Apalagi jika kita tidak akrab dengan lokasi proyek kita. Oleh karena itu, dari awal proyek harus dirancang dengan menggunakan konstruksi modular. Konstruksi modular menggunakan panel-panel prefabrikasi yang sudah siap rakit sehingga dapat membuat biaya dan waktu di lokasi proyek menjadi lebih efektif. Walaupun biaya pengangkutan mungkin menjadi lebih mahal, namun kita dapat menghemat waktu dan biaya dibandingkan dengan mengangkut material mentah yang tidak tersedia di lokasi proyek.

Konstruksi modular juga dapat mengurangi masalah-masalah konstruksi yang dapat timbul di lapangan seperti ketidaksesuaian gambar kerja antardisiplin pekerjaan. Panel-panel prefabrikasi sudah dibuat dengan dimensi dan bentuk yang standar sehingga desain bangunan atau infrastruktur pun sudah terstandarisasi. Koordinasi antarbidang pekerjaan menjadi lebih mudah. Masalah yang timbul di lapangan dapat diminimalkan sehingga waktu pengambilan keputusan apabila terjadi masalah dapat menjadi lebih singkat.

Panel-panel prefabrikasi yang digunakan juga memungkinkan banyak pekerjaan untuk dilakukan dalam waktu bersamaan. Waktu berada di lokasi proyek bisa menjadi lebih singkat. Kita dapat menghemat waktu untuk menempatkan staf di lokasi proyek terpencil.

Lakukan Inspeksi Berkala

Komunikasi mungkin dapat terganggu karena infrastruktur komunikasi masih minim atau bahkan tidak tersedia. Oleh karena itu, tim dari pusat harus melakukan inspeksi secara berkala. Inspeksi ini perlu dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul selama proyek berlangsung serta mengkomunikasikannya dengan pusat agar pengambilan keputusan dapat segera dilakukan.

Apabila memungkinkan, proses inspeksi sebaiknya dilakukan berkala setiap minggu. Prosedur ini dapat memastikan bahwa kualitas konstruksi Anda terjaga. Inspeksi berkala dapat dilakukan sebagai upaya pengendalian kualitas agar hasil pekerjaan Anda memenuhi persyaratan yang diminta oleh klien.

Tempatkan Tim Handal yang Berpengalaman

Proyek di lokasi terpencil bukan berarti bahwa Anda boleh mengirimkan staf yang biasa-biasa saja ke lokasi proyek. Justru Anda harus mengirimkan staf yang handal dan berpengalaman. Komunikasi bisa jadi terhambat di lokasi proyek. Staf yang berpengalaman serta handal di bidangnya dapat mengambil keputusan secara cepat tanpa harus menunggu komando dari pusat.

Berikan Wewenang yang Cukup

Pastikan bahwa Anda memberikan wewenang yang cukup pada tim yang berada di lokasi terpencil. Persingkat jalur birokrasi agar mereka tidak perlu menunggu perintah dari pusat untuk setiap pengambilan keputusan. Apabila Anda mengirimkan tim yang handal, berpengalaman, serta dapat dipercaya maka jalur birokrasi yang singkat tentu tidak akan menjadi masalah.