Membangun Iklim Kerja Kondusif dalam Pelaksanaan Kegiatan Proyek

Motivasi bekerja tim dalam proyek sangat bergantung pada suasana lingkungan kerja. Manajer yang tidak handal serta sistem bekerja yang terlalu membebani dapat menciptakan lingkungan kerja yang buruk. Pekerja proyek dapat merasa tidak bergairah untuk bekerja yang berdampak pada performa yang menurun. Hasil pekerjaan tidak maksimal mengakibatkan kualitas pekerjaan menjadi kurang baik di mata klien atau pemberi kerja.

Agar proyek berjalan dengan lancar, Anda perlu membangun iklim kerja yang kondusif. Lingkungan kerja yang kondusif akan membuat tim Anda nyaman bekerja. Mereka akan memberikan performa maksimal untuk proyek yang Anda tangani. Tim Anda juga akan senang hati memberikan kontribusi lebih pada proyek. Apa langkah-langkah untuk membangun iklim kerja kondusif?

Komunikasi yang Terbuka

Lingkungan kerja yang buruk bisa diakibatkan oleh komunikasi yang tidak lancar antaranggota tim. Komunikasi yang tidak transparan dapat berujung pada kurangnya rasa saling percaya di dalam tim. Banyak masalah yang timbul akibat komunikasi yang kurang atau tidak berjalan dengan baik karena kurangnya transparansi dalam berbagi informasi.

Oleh karena itu, jalin komunikasi secara terbuka dengan anggota tim Anda. Komunikasi yang terbuka akan memberikan rasa percaya yang kuat oleh anggota tim proyek. Beritahukan masalah-masalah atau tantangan yang Anda hadapi dalam proyek ini. Jangan berpura-pura atau menyembunyikan masalah yang sedang dihadapi oleh proyek Anda. Lebih baik untuk jujur dan menyampaikan kabar buruk yang Anda punya daripada berpura-pura bahwa proyek dalam kondisi yang baik-baik saja.

Dengarkan Pendapat

Seorang manajer atau kepala proyek tidak hanya perlu bisa memberikan arahan atau perintah saja. Anda juga perlu menjadi pendengar yang baik. Dengarkan pendapat dari anggota proyek secara seksama. Ini menunjukkan bahwa Anda menghargai keberadaan mereka dan peran yang mereka berikan pada tim.

Dorong agar setiap anggota tim memberikan pendapat mereka, terutama anggota tim proyek yang paling pendiam. Sikap ini menunjukkan bahwa setiap orang sama penting peran dan kontribusinya dalam proyek. Dengan mendengarkan pendapat, Anda bisa jadi mendapatkan ide-ide cemerlang untuk diterapkan di dalam proyek.

Berikan Instruksi yang Jelas

Anda tentu senang dengan anggota tim proyek yang memiliki inisiatif tinggi. Namun, jangan mengharapkan bahwa semua pekerjaan akan beres berkat inisiatif anggota saja. Anda tetap perlu memberikan instruksi dan arahan yang jelas pada anggota proyek. Apa tanggung jawab mereka? Peran apa yang mereka ambil?

Tanpa instruksi maupun arahan yang jelas, anggota Anda dapat kebingungan untuk mengambil langkah berikutnya. Mereka dapat menjadi ragu dan bingung dalam menjalankan pekerjaan. Anggota tim bahkan dapat merasa tertekan akibat pekerjaan yang tidak kunjung selesai karena arahan yang tidak lengkap. Dengan arahan yang jelas, Anda dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Instruksi yang jelas akan membantu pekerja menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik sehingga membuat proyek dapat berjalan dengan efisien.

Fleksibilitas dalam Manajemen

Anda tidak perlu terobsesi menjadi micro-manager yang mengatur setiap gerak-gerik pekerja. Pekerja dapat menjadi tidak nyaman akibat ruang geraknya dibatasi. Pekerja Anda bukan robot yang dapat terus menerus diatur. Berikan kelonggaran dari segi manajemen untuk meberikan mereka fleksibilitas dalam bekerja tanpa perlu kehilangan disiplin.

Berikan kelonggaran agar mereka yakin bahwa Anda percaya dengan mereka. Dengan kepercayaan tersebut, mereka akan merasa lebih dihargai. Perasaan dihargai tersebut akan membuat mereka tidak sungkan untuk memberikan performa ekstra di dalam proyek.